Manchester United natural problem usai menumbangkan Chelsea di perlombaan pembuka Liga Premier akhir pekan lalu. Demikian ungkap sang legenda, Paul Scholes. Scholes menyoroti problem lini tengah skuad asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu, setelah kemenangan 4-0 yang dibukukan The Red Devils atas Chelsea. Ia yakin lini tengah United akan kesulitan untuk berkompetisi saat hadapi tim-tim top musim ini, melainkan menegaskan pula bahwa skuad Solskjaer betul-betul tepat untuk bermain dengan skema serangan balik.

United memulai musim baru mereka di Liga Inggris dengan awal yang betul-betul baik, karena mereka bukukan kemenangan 4-0 atas Chelsea di Old Trafford, Pekan (11/8) lalu. Marcus Rashford mencetak dua gol, sementara Anthony Martial dan Daniel James, yang dimainkan sebagai pemain pengganti dan memulai debutnya bersama Setan Merah, juga mencatatakan nama mereka di papan skor.

Manchester United Bermasalah Usai Kalahkan Chelsea

Hasil gambar untuk manchester united vs chelsea

Manchester United memainkan trio gelandang; Scott McTominay, Andreas Pereira dan Paul Pogba, yang bermain pada peran yang lebih dalam dan berikan umpan yang betul-betul baik untuk Rashford saat mencetak gol keduanya. Tetapi saat ditanya apakah MU cukup kuat di lini tengah, Scholes mengatakan terhadap situs bola Indonesia yang diinfokan, Saya kuatir tentang hal itu.

Saya pikir, Pereira agak terdiam hari ini. Ia punya kemampuan, pemain yang masih muda dan tidak terlalu tak jarang bermain. Saya pikir, melawan tim yang lebih baik di lini tengah, mereka akan menyadari hal itu. Itulah sebabnya aku katakan, saat melawan tim yang lebih baik mereka bisa melakukan serangan balik, tambah Scholes.

Saya pikir memperhatikan hari ini, United secara total terwujud untuk menjadi tim yang baik dalam serangan balik, tegasnya lagi. Saya berdaya upaya, mereka bukan macam tim yang sanggup berkompetisi dalam hal pembatasan bola, saat mereka bersua tim-tim papan atas, seperti Chelsea atau Manchester City. Saya hanya berdaya upaya, MU bukan tim yang cukup baik untuk melakukan hal itu, ujar Paul Scholes yang sempat membawa Manchester United berjaya di dua jangka waktu berbeda itu.

Tetapi, bila mereka duduk dan bertahan seperti yang [Harry] Maguire lakukan, pertahanan hebat [Aaron] Wan-Bissaka yang hebat, serta memperkenankan Martial dan Rashford di sisi kiri, lalu memberikan bola terhadap mereka, aku pikir mereka bisa menyakiti siapa saja. Bukan hal yang buruk, bila Martial terus bermain di sisi kiri, tambahnya. Ingat Thierry Henry, dia memulai perlombaan sebagai penyerang tengah dan kesudahannya bermain di sisi kiri. Jadi, aku pikir itu bukan hal yang buruk, bila dia [Martial] bisa seperti Henry, ungkap Scholes.